Memanfaatkan Indikator Gap Finder untuk Trading

Gap merupakan salah satu hal yang wajar dalam melakukan trading instrumen keuangan, termasuk trading forex. Pada dasarnya gap tersebut terbentuk karena adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan di pasar. Menurut sumber analisa forex hari ini, bagi Anda yang pandai mengambil risiko, bisa menggunakan Gap sebagai sinyal kuat untuk membantu transaksi trading Anda. Biasanya, gap sering ditemukan pada instrumen atau pasangan mata uang dengan likuiditas yang relatif rendah, seperti saham, komoditas, dan pasangan mata uang.

Dalam pasangan mata uang utama seperti EUS / USD, GBP / USD dan USD / JPY, celah biasanya cukup jarang. Padahal ada kemungkinan pembukaan pasar awal pekan ini. Selain itu, gap pasangan valas dengan likuiditas yang tinggi masih berpeluang muncul di luar awal pekan pasar, terutama pada momen atau momen penting tertentu seperti siaran berita ekonomi berdampak tinggi.

Apa itu Gap Finder?

Untuk Scalper, menemukan celah dengan mata telanjang pada grafik jangka rendah dari M5 hingga H1 bisa sangat sulit, karena frekuensi batang lilin yang tinggi. Meski begitu, jelas bukan masalah jika nilai Gap hanya puluhan pips hingga membentuk gap yang besar. Akan tetapi, jika Gap tersebut terpisah beberapa poin, seringkali sulit untuk menemukan Gap dan akan tertunda karena pergerakannya terlalu cepat.

Namun bukan berarti tidak mungkin menemukan celah ini. Oleh karena itu, trader sebenarnya dapat menemukan Gap dengan lebih mudah pada tampilan grafik saat menggunakan Gap Finder. Ini karena Gap Finder akan secara otomatis menampilkan panah biru atau salib biru untuk menunjukkan Gap Up atau saat harga pembukaan lebih tinggi dari harga penutupan bar sebelumnya.

Sedangkan untuk mengindikasikan Gap Down atau harga pembukaan lebih rendah dari harga penutupan sebelumnya akan diberi tanda panah atau kotak merah. Gap dengan sendirinya dapat menunjukkan sentimen sementara dari para pelaku pasar. Jika ada celah di atas, ini berarti saat ini mencerminkan perasaan kuat pembeli untuk mengumpulkan. Di sisi lain, jika gap menyempit, hal ini menandakan sentimen penjual telah mencapai penurunan harga. Trader dapat memutuskan untuk membuka posisi, setelah beberapa saat harga mulai bergerak dari harga pembukaan ke Gap.

Jika bar berikutnya sesuai dengan harga, ada kemungkinan bar tersebut akan terus bergerak dan melanjutkan tren saat ini hingga mencapai batas resistance atau support. Di sisi lain, jika bilah berikutnya berlawanan arah, kemungkinan besar tren akan segera berakhir.

Ada baiknya jika menggunakan bantuan indikator lain. Tujuannya agar bisa meningkatkan kualitas sinyal yang Anda terima. Selain itu, sinyal indikator lainnya juga dapat membuat Anda merasa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan tentang sinyal forex yang dihasilkan. Kesimpulannya, Gap Finder ini dapat membantu trader menemukan celah di pasar. Selain itu, Gap Finder juga akan sangat berguna bagi para scalper untuk menangkap tanda-tanda pergerakan harga yang cepat beberapa saat setelah gap tersebut muncul. Jadi pastikan untuk mengoptimalkan Gap Finder agar dapat digunakan dengan cepat dengan bantuan indikator lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *