Pengertian Imunisasi, Manfaat, dan Efek Sampingnya

Menurut alodokter.com, pengertian imunisasi adalah sebuah proses yang membuat seseorang menjadi kebal terhadap penyakit, atau bisa juga disebut dengan proses membuat imun untuk seseorang. Cara membuatnya adalah dengan memberikan cairan vaksin yang nantinya akan berguna untuk merangsang sistem kekebalan pada tubuh sehingga menjadi kebal terhadap penyakit tertentu.

Ketika seorang bayi dilahirkan ke dunia, memiliki sistem kekebalan tubuh yang memang sudah ada dan disebut dengan kekebalan pasif. Sistem kekebalan tubuh yang dimilikinya berasal dari ibu selama masa kehamilan. Meski begitu, sistem kekebalan yang dimiliki oleh bayi hanya bisa sampai beberapa minggu atau bulan. Sisanya, orang tua yang harus membuat kekebalan tubuh seorang bayi tetap ada. Karena jika tidak dibuat, tubuh bayi akan dengan mudah mendapatkan serangan penyakit. 

Maka dari itu, diadakan yang namanya proses imunisasi. Tujuannya adalah untuk membantu bayi membangun kembali sistem kekebalan tubuh yang hilang agar tidak mudah terserang oleh penyakit. Agar antibodi yang berada di dalam tubuh akhirnya terbentuk, kamu harus melakukan beberapa kali vaksin atau pun imunisasi. Imunisasi pada bayi sampai anak-anak memang memiliki jadwal yang harus dipenuhi. Untuk jadwalnya sendiri memang ditentukan oleh jenis dari penyakit yang akan dicegah oleh orang tua yang bersangkutan. 

Pada pengertian imunisasi, dijelaskan bahwa pemberian masing-masing vaksin adalah satu kali, tetapi adapula yang harus dilakukan berkali-kali atau diulang di usia-usia anak tertentu.  Untuk cara pemberiannya sendiri, vaksin dapat dilakukan dengan cara disuntikkan kepada anak maupun di tetes langsung ke mulut anak. 

Saat seorang anak diberikan imunisasi, sayangnya terdapat efek samping yang harus diterima oleh orang tua karena normalnya anak yang melakukan imunisasi akan merasakan demam baik demam ringan maupun demam tinggi. Untuk anak yang menerima imunisasi melalui suntikan, sudah pasti akan terasa bengkak di sekitaran bekas suntikan tersebut. Selain itu pun anak akan lebih rewel daripada biasanya. 

Hal-hal di atas disebut dengan KIPI atau Kejadian Ikutan Paska Imunisasi. Nah, jika anak mengalami KIPI yang harus dilakukan oleh orang tua antara lain ialah memberikan kompres dengan air hangat, serta bisa dengan memberikan obat untuk pereda panas tubuh setiap 4 jam sekali. Anak yang sehabis diimunisasi dan mengalami KIPI cukup memakaikan pakaian yang tipis dan tidak perlu diselimuti. 

Bagi anak yang masih menyusui, ibu hanya perlu memberikan ASI dengan lebih sering dibandingkan sebelumnya. Serta pemberian lebih untuk nutrisi yang bisa didapat dari buah-buahan dan susu. Akan tetapi, jika KIPI tidak kunjung membaik, orang tua bisa membawa anak untuk periksa ke dokter. 

Dari efek samping yang sudah disebutkan di atas pada bagian pengertian imunisasi, ada pula efek samping lain yang bisa terjadi pada anak. Tergantung dari jenis vaksin yang diberikan kepada anak, karena dari beberapa jenis vaksin itu ada yang bisa membuat alergi yang parah sampai kejang-kejang. Memang, efek samping tersebut ada tetapi masih  jarang terjadi. Meski memiliki efek samping, yang harus diperhatikan oleh orang tua adalah manfaat dari imunisasi ini lebih banyak. 

Jenis-jenis vaksin imunisasi yang harus diketahui oleh orang tua untuk diberikan kepada anak antara lain Hepatitis B, Polio, BCG, DPT, Hib, Campak, MMR, PCV, Rotavirus, Influenza, Tifus, Hepatitis A, Varisela, HPV, Japanese encephalitis, dan Dengue. Imunisasi diberikan selama dua tahapan, yaitu tahapan dasar dimulai dari anak yang berusia 0 bulan sampai 9 bulan. Kemudian imunisasi lanjutan yang dimulai dari anak dengan usia 18 bulan sampai dengan anak yang duduk di bangku sekolah dasar.

Itulah ulasan mengenai pengertian imunisasi beserta manfaat dan efek samping yang harus diketahui oleh orang tua. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *