Rupanya setiap kapal pesiar memiliki kamar mayat

Hasil gambar untuk kapal ruang mayat

Liburan di kapal pesiar, jadi libur lagi. Namun di balik kemewahan itu, ternyata ada kamar mayat …

Berlayar di atas kapal Pesia biasanya memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu. Meski terlihat aneh, ada kemungkinan seseorang mengalami peristiwa yang tidak menyenangkan saat menjelajah. Termasuk kematian.

Tentu saja, dalam keadaan darurat ini akan sangat sulit karena pusat bantuan ada di tanah. Namun, tampaknya setiap kapal pesiar umumnya memiliki kamar mayat untuk menyimpan mayat saat bepergian.

Dilaporkan oleh detikTravel oleh The Telegraph, Selasa (2/4/2019), rata-rata penumpang di kapal pesiar Inggris adalah usia 57 tahun, artinya 40%, di atas usia 65 tahun ke atas. Alhasil, kapal pesiar menyiapkan segala yang bisa terjadi, meski sangat buruk, termasuk kematian.

Kapal pesiar legal memiliki tas mayat dan situs pemakaman. Umumnya tempat menyimpan mayat yang berukuran 3-4 badan. Selain itu, lokasi harus jauh dari area makanan.

Jadi apa yang terjadi jika seseorang meninggal di kapal pesiar?

Pertama, kapal harus mengumumkan “Operation Bright Star”, yaitu, sinyal medis diberi sinyal. Ketika pengumuman itu menjadi “Operation Rising Star,” itu berarti seorang penumpang sudah mati.

Selanjutnya, mayat diletakkan di kantong mayat dan dibawa ke kamar mayat.

Kapal pesiar biasanya berhenti di beberapa pelabuhan. Ada pintu yang aturannya dihapus sesegera mungkin. Caranya, diam-diam dihabiskan agar penumpang lain tidak melihatnya. Hanya dengan demikian sertifikat kematian dapat dikeluarkan sehingga mayat baru dapat dibawa ke kota asal.

Namun, ada port yang memiliki aturan untuk menjaga tubuh tetap di posisi semula. Ini dapat meminimalkan proses administrasi dan juga membantu kerabat untuk melanjutkan liburan mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *